Korban Dugaan Pungli Perumahan Permata Buana Jakarta Barat Mengaku Diintimidasi Sejak Awal 2021

Kasus dugaan pungutan liar (pungli) dan intimidasi di kompleks Perumahan Permata Buana, Kembangan, Jakarta Barat, terus bergulir. Kasus pidana ini kini diproses di Polres Metro Jakarta Barat, setelah Candy, warga perumahan ini yang menjadi korban intimidasi melapor ke polisi. Candy mengaku telah mengalami kekerasan dan pengancaman Perumahan Permata Buana Kembangan, Jakarta Barat, oleh sekuriti perumahan sejak awal 2021.

Kuasa hukum Candy, Syair Abdul Mutalib, mengklaim kliennya telah mengalami intimidasi sejak lama. Termasuk ketika awal merenovasi rumah Candy pada 2020 hingga yang terakhir saat muncul rekaman video cekcok dengan security kompleks Permata Buana beredar luas. "Kejadian atas laporan tersebut sebenarnya bukan hanya pada saat itu terjadi, tapi memang kejadian itu sudah terjadi sejak bulan Februari 2021," jelasnya, Rabu (29/9/2021).

Syair menambahkan, bahwa kliennya sudah menerima intimidasi dan penghadangan barang material sejak awal tahun. Puncak cekcok itu terjadi tanggal 20 September 2021, saat videonya viral di media sosial karena diduga dipaksa untuk membayar sejumlah uang jaminan atas proyek renovasi rumah yang sedang dikerjakan. "Tapi memang kejadian seperti itu sudah terjadi lama, ya. Sudah sejak bulan Februari 2021 sampai yang viral kemarin pas mobil pikap diadang satpam," tambah Syair.

Untuk itu, Syair berharap proses hukum dilanjutkan agar kejadian serupa tak terulang lagi. Kliennya pun mengalami trauma pascakejadian dan berharap pihak kepolisian bisa menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan pungutan liar dan intimidasi itu. "Semoga aparat bisa bersikap adil karena tidak hanya satpam saja yang patut diduga terlibat. Ada pengurus lingkungan juga yang membuat kasus ini menjadi mengemuka," tandasnya. Sebelumnya, cekcok antar warga dan belasan satpam terjadi di kompleks perumahan Permata Buana di Jalan Pulau Pantara, Kembangan, Jakarta Barat, Senin (20/9/2021).

Peristiwa ini viral di media sosial dan berujung pada pelaporan 17 satpam yang terlibat cekcok dengan Candy. Dalam perkembangannya, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Joko Dwi Harsono mengatakan pihaknya telah menetapkan kepala satpam berinisial WH sebagai tersangka. WH disebut sebagai inisiator dugaan pungli terhadap Candy hingga berujung cekcok.

Polisi juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Ketua Rukun Warga setempat bernama Amir pada Senin (27/9/2021) kemarin. Namun, yang bersangkutan urung memenuhi panggilan dengan alasan sakit.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.