5 Pemain Buangan Chelsea yang Bersinar di Klub Lain, Salah Mourinho?

Chelsea terkenal dengan segudang talenta pemain berbakat yang mereka miliki dalam skuat. Namun tak sedikit juga yang harus menerima pil pahit menjadi korban keganasan sang juru taktik hingga pada akhirnya terbuang. Contoh saja pada era Jose Mourinho pada musim keduanya bersama The Blues dalam kurun waktu dua tahun, 2013 2015.

Jose Mourinho mengabaikan 'mereka' yang punya potensi luar biasa. Hal itu bisa dibuktikan dengan penampilan mereka, para pemain terbuang yang saat ini menjadi pilar penting bagi timnya. Juan Cuadrado telah mengambil keputusan yang tepat saat memilih untuk hengkang dari Chelsea. Pelatih The Blues saat itu, Jose Mourinho, disebut sebagai klub yang kurang pandai dalam mengamati bakat Cuadrado.

Dia hanya tampil dalam 14 pertandingan dan tanpa mencetak satupun gol pada musim 2014/2015. Tak mendapatkan banyak kesempatan, Cuadrado memutuskan untuk hengkang ke Juventus dengan status pinjaman pada (25/8/2015). Bersama La Vecchia Signora, Cuadrado mampu memperlihatkan performa terbaiknya, ia tampil menjadi pemain utama dan hanya gagal sekali meraih scudetto, yaitu pada musim 2020/2021.

Selebihnya, dia mampu menjadi andalan dan bahkan sukses membawa Juve menuju partai final Liga Champions Eropa. Hingga akhirnya, di tahun 2017, punggawa Timnas Kolombia tersebut resmi dipermanenkan Juventus dan masih terus menjadi andalan, meski usianya kini sudah menginjak 33 tahun. Terakhir, ia mampu membawa Si Nyonya Tua mengalahkan Chelsea dengan skor 1 0 dalam penyisihan Grup H Liga Champions 2021/2022.

Nathan Ake merupakan jebolan pemain akademi Chelsea yang pada tahun 2011 berhasil masuk ke dalam skuat utama The Blues. Namun, meski telah dimasukkan ke dalam skuat utama, Ake sangat jarang mendapatkan kesempatan bermain. Padahal sebagai seorang bek, Ake merupakan pemain serba bisa, ia dapat dimainkan sebagai bek tengah dan bek kiri dengan sama baiknya.

Sayangnya, Jose Mourinho yang saat itu menjadi pelatih Chelsea, tidak melihat hal tersebut, Ake lebih banyak di parkir, dan bermain untuk tim kedua. Pemain asal Belanda itu hanya tampil dalam tujuh pertandingan selama semusim, sebelum akhirnya dipinjamkan ke Reading, Watford, dan di permanenkan Bournemouth. Bersama Bournemouth, Ake mampu tampil impresif, dengan menjadi tulang punggung di lini belakang tim yang bermarkas di Dean Court tersebut.

Hasilnya, Ake yang berjaya bersama Bournemouth pun direkrut oleh Manchester City dengan mahar 41 juta pounds pada Agustus 2020 lalu. Pemain berusia 26 tahun itu bahkan masuk ke skuat Timnas Belanda untuk berlaga dalam ajang Piala Europa 2020. Mohamed Salah telah menyumbangkan 102 gol dari 164 pertandingan bersama Liverpool di Liga Inggris.

Pada musim 2017/2018, ia juga memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak (32) dalam satu musim penuh Liga Inggris, melampaui raihan Luis Suarez, Alan Shearer, dan Cristiano Ronaldo. Pemain asal Mesir ini juga merupakan pemain tercepat yang mampu mencetak 50 gol untuk The Reds. Uniknya, sebelum menjadi bintang bersama Liverpool, Salah sempat bermain untuk tim Liga Inggris lainnya, Chelsea.

Dia tiba di Chelsea pada tahun 2014 setelah direkrut The Blues dari tim asal Swiss, FC Basel. Sayangnya, setelah tiba di Stamford Bridge, pelatih Chelsea saat itu, Jose Mourinho, tidak menganggap Salah sebagai pemain spesial, Ia tidak masuk ke dalam rencana pelatih asal Portugal tersebut. Pada 2015, dia justru dipinjamkan ke Fiorentina, untuk kemudian hijrah secara permanen ke AS Roma dengan biaya senilai 15 juta pounds.

Saat itulah, Liverpool yang dinahkodai oleh Jurgen Klopp terus memantau perkembangan Salah, hingga akhirnya Salah didatangkan di Anfield dengan biaya senilai 34 juta pounds. Bersama Liverpool, Salah mampu menunjukan kualitas terbaiknya, namanya kini masuk menjadi salah satu penyerang terbaik di dunia. Kevin De Bruyne merupakan salah satu gelandang terbaik di dunia.

Selama beberapa musim, ia menjalani peran kunci di lini tengah Manchester City dengan sumbangan belasan gelar. Ia juga berhasil mendapatkan gelar pemain terbaik Liga Inggris pada tahun 2019 dan 2020. Pemain asal Belgia itu pernah membela Chelsea pada tahun 2012 hingga 2014. Sebelum akhirnya memutuskan hengkang karena merasa tidak dipakai oleh pelatih Chelsea saat itu, Jose Mourinho.

Kemudian, dia meminta klub untuk menjualnya, jadilah pada tahun 2014, Dia resmi dilepas ke Wolfsburg dengan biaya senilai 18 juta pounds. Bersama Wolfsburg, De Bruyne yang diberi banyak kesempatan bermain berhasil tampil luar biasa dengan menyumbang 10 gol dan 20 assist untuk Die Wolfe. Hingga akhirnya pada tahun 2015, Ia diboyong Manchester City dengan mahar 55 juta pounds.

Rekan satu tim De Bruyne di Belgia, Romelu Lukaku, juga mengalami nasib yang sama. Dibeli dari Anderlecht pada tahun 2011 silam. Bakat Lukaku malah tidak dimaksimalkan oleh Chelsea yang saat itu dinahkodai oleh Mourinho, pemain berpostur 190 cm itu malah dipinjamkan ke tim Inggris lainnya. Hingga akhirnya, pada tahun 2014, Lukaku yang bersinar bersama Everton, ditebus oleh tim asal Merseyside tersebut dengan mahar 28 juta euro.

Hanya dalam waktu tiga tahun, Lukaku berhasil mencetak 53 dari total 110 penampilannya bersama Everton. Selanjutnya, dia dibeli oleh Manchester United untuk kemudian berjaya bersama Inter Milan setelah putuskan pergi ke Italia pada 2019 silam. Bersama Inter Milan, Lukaku benar benar menunjukkan tajinya sebagai striker yang haus gol. Ia mampu mencetak 64 gol dari 95 pertandingan bersama Nerrazzuri.

Catatan tersebut membuat Chelsea terkesan, gelontoran dana 100 juta euro rela dikeluarkan The Blues untuk memulangkan striker berusia 28 tahun tersebut.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.