Agar Tetap Harmonis, Ini Saran Konsultan Keuangan saat Suami Ingin Bantu Bisnis Istri

– Peran sebagai pencari nafkah utama ternyata bisa dilakukan baik laki laki maupun perempuan lo, Kawan Puan! Hal ini sejalan dengan hasil survei PARAPUAN terkait ‘Pembagian Peran Domestik antara Suami dan Istri”, yang menunjukkan tingginya indeks pilihan responden bahwa perempuan juga bisa menjadi pencari nafkah utama dalam keluarga,yaitu 4,09 dari skala 5. Apalagi pada saat pandemi seperti ini, tak jarang suami kehilangan pekerjaannya karena terkena PHK.

Sehingga peran sebagai pencari nafkah utama diambil alih oleh istri. Kondisi seperti ini membuat suami dan istri perlu memutar otak demi menambah pemasukan keluarga, contohnya dengan membuka bisnis. Saat istri sudah mulai dengan bisnisnya, tak jarang suami kemudian tergerak hatinya untuk membantu demi pemasukan keluarga bisa kembali stabil.

Lalu apa yang perlu diperhatikan ketika suami ingin turut membantu bisnis yang sudah dimulai istri? “Kalau istri sudah terjun duluan di bisnis dan menjadi breadwinner (pencari nafkah utama), dua duanya harus paham nih posisi masing masing,” ungkap Ghita Argasasmita, Financial Consultant sekaligus founder Integrita Financial ketika dihubungi PARAPUAN. Ghita juga menambahkan jika suami ingin memberikan saran tetapi menurut istri yang sudah berpengalaman di bisnis tersebut tidak bisa diterapkan, maka suami tidak boleh baper dan membawanya menjadi masalah rumah tangga.

Kawan Puan, menjalani bisnis dengan pasangan ini ternyata cukup menantang. Apalagi jika masalah keuangannya belum diatur dengan baik dan benar. Untuk itu, Ghita juga membagikan tips bagaimana caranya memisahkan antara keuangan rumah tangga dan bisnis demi hubungan suami istri yang tetap harmonis. “Untuk memisahkan keuangan bisnis, sebaiknya suami istri tersebut membuat join account . Jadi bisa ketahuan kalau ada yang mau ambil uang dari rekening tersebut, harus meminta persetujuan dari yang lain (suami/istri),” ujar Ghita.

Selain membuat rekening bisnis dengan join account , Ghita pun menambahkan bahwa suami dan istri perlu sama sama belajar tentang neraca keuangan sederhana. Kawan Puan, neraca keuangan ini ternyata dibutuhkan untuk melihat adanya untung dan rugi dalam sebuah bisnis. “Belajar bikin neraca keuangan yang sederhana aja, aplikasinya udah banyak tersedia di Play Store dan lain lain.”

Kawan Puan, itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika suami ingin membantu bisnis yang sudah dimulai duluan oleh istri. Kuncinya adalah saling komunikasi agar tak tercampur antara menjalani hubungan sebagai pasangan dan partner bisnis. Serta jangan lupa memisahkan rekening agar tak tercampur antara keuangan rumah tangga dan bisnis. (*)

Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.